Langsung ke konten utama

SourDough ( Levain )

SourDough ( Levain )

Sourdough atau Levain adalah ragi liar yang terbuat dari campuran tepung dan air yang difermentasi menjadi adonan asam yang membutuhkan waktu selama berhari-hari dengan perbandingan tertentu. Umumnya sourdough sudah siap digunakan pada hari ke-7 dan bisa disimpan kembali dalam jangka waktu yang lama dengan melakukan feeding yang teratur 2-3 kali seminggu. Keunggulan menggunakan sourdough dalam pembuatan roti adalah memiliki aroma yang lebih harum, tekstur yang lebih lembut dan kenyal, serta jauh lebih sehat.

Sebelum ada ragi, orang dulu membuat roti dengan menggunakan teknik sourdough. Metode kuno untuk membuat roti ini kira-kira ditemukan 4.000 tahun SM. Sourdough atau yang sering disebut dengan natural yeast digunakan sampai pertengahan tahun 1.800 atau tepatnya sampai Louis Pasteur menemukan ragi instan. Ada dua tipe sourdough yang sering digunakan, yaitu pre ferments atau sourdough dengan penambahan yeast yang disebut poolish di Perancis dan Biga di Italia. Juga ada Sours atau ragi alami yaitu tanpa penambahan yeast, biasanya menggunakan istilah levain di Perancis dan Lau Mien di Cina dan Italian Mother Sour di Italia.

Berikut adalah tabel perkembangan sourdough yang saya buat :
Hari Ke
Gambar Sour Dough
Perkembangan Sour Dough
1


 
               
Pencampuran awal 1 : 1 (50 gr Tepung : 50 gr Air). Memiliki tekstur yang sangat kental
2


Bubble sudah mulai terlihat, volume bertambah dan sudah tercium bau asam. Pencampuran 2 : 1 : 1 (100 gr Sour Dough : 50 gr Tepung : 50 gr Air)
3



Bubble terlihat lebih banyak, volume menetap dan masih tercium bau asam. Pencampuran 2 : 1 : 1 (100 gr Sour Dough : 50 gr Tepung : 50 gr Air)
4


                                                           

Bubble terlihat lebih sedikit dari hari ke-3, volume menetap dan tercium bau asam tapi sedikit manis. Pencampuran 2 : 1 : 1 (100 gr Sour Dough : 50 gr Tepung : 50 gr Air)
5



Bubble mulaih berpisah volume menetap dan tercium bau asam yang lebih manis. Pencampuran 2 : 1 : 1 (100 gr Sour Dough : 50 gr Tepung : 50 gr Air)
6


Bubble terlihat sama seperti hari ke-4, volume menetap dan sudah tercium bau seperti tape. Pencampuran 2 : 1 : 1 (100 gr Sour Dough : 50 gr Tepung : 50 gr Air)
7


                                                   
                   
Bubnle tidak ada, volumenya tetap dan air dan adonan terpisah sehingga tidak bisa digunakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Describe Of Inggredients

KUBIS 1. History Of Ingredients Sulit untuk melacak sejarah yang tepat dari kubis, tetapi itu kemungkinan besar didomestikasi di suatu tempat di Eropa sebelum 1000 SM, meskipun savoy tidak dikembangkan sampai abad ke-16. Pada Abad Pertengahan, kubis telah menjadi bagian penting dari masakan Eropa. Kepala kubis umumnya diambil selama tahun pertama dari daur hidup tanaman, tetapi tanaman yang dimaksudkan untuk benih dibiarkan tumbuh tahun kedua, dan harus terus dipisahkan dari tanaman cole lain untuk mencegah penyerbukan silang. Kubis rentan terhadap beberapa kekurangan gizi, serta beberapa hama, dan penyakit bakteri dan jamur. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization, FAO) melaporkan bahwa produksi dunia kubis dan brassica lainnya untuk 2011 hampir 69 juta metrik ton (68 juta ton panjang; 75 juta ton singkat). Hampir setengah dari tanaman ini ditanam di Cina, di mana kubis cina adalah sayuran Brassica paling populer. ...

Describe of inggredients

GULA PASIR 1. History of ingredient Sumber gula di Indonesia sejak masa lampau adalah cairan bunga (nira) kelapa atau enau, serta cairan batang tebu. Tebu adalah tumbuhan asli dari Nusantara, terutama di bagian timur. Ketika orang-orang Belanda mulai membuka koloni di Pulau Jawa kebun-kebun tebu monokultur mulai dibuka oleh tuan-tuan tanah pada abad ke-17, pertama di sekitar Batavia, lalu berkembang ke arah timur. Puncak kegemilangan perkebunan tebu dicapai pada tahun-tahun awal 1930-an, dengan 179 pabrik pengolahan dan produksi tiga juta ton gula per tahun. Penurunan harga gula akibat krisis ekonomi merontokkan industri ini dan pada akhir dekade hanya tersisa 35 pabrik dengan produksi 500 ribu ton gula per tahun. Situasi agak pulih menjelang Perang Pasifik, dengan 93 pabrik dan prduksi 1,5 juta ton. Seusai Perang Dunia II, tersisa 30 pabrik aktif. Tahun 1950-an menyaksikan aktivitas baru sehingga Indonesia menjadi eksportir netto. Pada tahun 1957 semua pabrik gula d...

Describe food #5

Description some food 1. Sushi Bahan : Nasi puti Cuka beras Rumput laut Isian : crab Atiek, salmon, dll Gulungan sushi Cara Membuat : Campurkan cuka beras dan nasi putihnya lalu aduk dengan rata Siapkan gulungan sushinya dan cetak masih diatasi gulungan sushi yg sebelumnya adalah rumput laut Tambahkan isian sesuai selera Gulung sushi dengan rapi lalu potong dengan selera. Deskripsi :  Rasa : sushi mempunya rasa asam pada nasinya. Warna : sushi mempunyai warna putih pada nasinya dan hijau pada rumput lautnya. Tekstur : lembut. History Asal usul kata sushi adalah kata sifat untuk rasa masam yang ditulis dengan huruf kanji  sushi (酸し). Pada awalnya, sushi yang ditulis dengan huruf kanji 鮓 merupakan istilah untuk salah satu jenis pengawetan ikan disebut gyoshō (魚醤) yang membaluri ikan dengan garam dapur , bubuk ragi (麹 koji) atau ampas sake (糟 kasu). Penulisan sushi menggunakan huruf kanji 寿司 yang dimulai pada zaman Edo period...